sukendi
myBL *
myBL *
 
Posts: 14
Joined: 19 Sep 2008, 15:19
Blog: View Blog (8)
Archives
- September 2009
+ December 2008
+ November 2008
+ October 2008
Search Blogs

Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby sukendi on 10 Dec 2008, 08:18

Bagian 3 : Zona Labil

Usaha sang consultant tidak membuahkan hasil, namum memang begitulah kerjaan consultant tersebut, di samping dia mencari sesuap nasi, dia juga ikut menebarkan cinta kasih universal. Jasa yang ditawarkan consultant tersebut memang belum berwujud nyata bagi yang belum merasakannya. Tetapi bagaimana selanjutnya dengan kehidupan keluarga tersebut?

Keluarga yang harmonis dan bahagia tersebut mulai mengalami imbas dari gelombang krisis global yang melanda dunia di mana harga saham anjlok sampai posisi di luar prediksinya, dan tabungan di bank sudah tidak lagi menghasilkan bunga seperti yang mereka harapkan. Di tambah lagi di antara seorang anaknya yaitu putranya sendiri menderita suatu penyakit yang akan menelan biaya perobatan yang demikian besar. Sang putra divonis gagal ginjal yang setiap minggunya harus melakukan pencucian darah sebanyak 2 kali dan hal ini harus dilakukan secara rutin.

Dalam situasi perekonomian yang semakin merosot dan tekanan di tempat kerja yang mengisyaratkan akan pengefisiensi dalam segala bidang. Sebagai seorang General Manager tentu saja hal ini merupakan tantangan yang sangat besar yang harus dihadapi akibat krisis global. Tekanan di tempat kerja selalu dibawa sampai ke rumah yang mengakibatkan emosi sang ayah yang dulunya sangat penyayang berubah menjadi sangat pemarah. Usaha sang istri juga mengalami kemerosotan yang cukup signifikan. Sang ayah selalu marah-marah sama putranya, walaupun putranya dalam keadaan sakit. Sang ayah merasa terbebani oleh biaya perobatan sang anak di mana gaji sebulan tidak cukup untuk membiayai perobatan putranya ke luar negeri dalam sehari. Betapa tidak, setiap orang yang menghadapi kenyataan tersebut pastilah emosinya akan tidak stabil.

Beberapa aset mereka juga sudah sedikit demi sedikit dijual untuk perobatan putranya. Sang ayah tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah yang baik dan bertanggung jawab sama keluarganya. Walupun sering marah-marah, namun kebiasaan sang ayah memberikan ciuman kepada istri dan anaknya tidak pernah terlupakan. Hanya saja ciuman ungkapan cinta kasih yang tulus tidak dirasakan karena dilakukan secara diam-diam pada saat mereka telah lelap tidur.

Putranya divonis agar segera melakukan transplantasi ginjal karena sudah mengalami gagal ginjal. Sang ayah sangat mencintai anaknya, akhirnya berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencarikan donor ginjal yang cocok untuk anaknya. Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, donor ginjal yang dicaripun tidak kunjung datang. Sang anak tetap harus melakukan pencucian darah yang menelan biaya tidak sedikit. Sang anak juga sudah dibawa untuk berobat keluar negeri beberapa kali, tetapi hasilnya tidak memuaskan.

Suatu ketika sang consultant datang lagi berkunjung ke rumah keluarga tersebut. Sang consultant diterima dan berceritalah sang ayah kepada consultant tersebut bahwa asetnya satu persatu telah dijual untuk membiayai perobatan putranya. Kalau tawaran jasa consultant tersebut dulunya diterima sebelum anaknya menderita penyakit ginjal, tentu beban yang dipikul sang ayah tidak begitu berat. Sang ayah membenarkan opini dari consultant bahwa alokasi dana investasinya belum memilki unsur proteksi. Akhirnya consultant pun lega karena mungkin ini saatnya sudah tepat untuk menfollowup kembali tawarannya untuk keluarga tersebut. Tanpa pikir panjang segera diutarakan perencanaan finansial jangka panjang yang mengandung unsur proteksi untuk sang ayah, ibu, dan putrinya. Setelah dijelaskan secara mendetail barulah sang ayah sedikit kecewa karena kalau dulu dananya 10% saja diinvestasikan ke asuransi, keadaannya tidak akan separah sekarang. Sang consultant akhirnya berhasil Closing tiga cases dalam semalam.

Kembali lagi ke kisah sang anak, putranya akhirnya tidak tertolong lagi karena sebelum sang ayah menemukan donor ginjal yang cocok bagi putranya, Tuhan sudah menentukan jalan lain. Penyesalan sang ayah pada saat melihat anaknya menghembuskan nafas terakhirnya adalah anaknya tidak merasakan lagi kehangatan dan cintanya serta ciuman yang setiap hari tak pernah terlewatkan, walau sang ayah ini merupakan ayah yang baik. Itulah mengapa artikel ini diberi judul ”Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat”.

Ikuti terus seri ke-4, yang membahas topik yang sering disebut sebagai OOT (Out Of Topic) yang mengisahkan romantika yang mirip Kisah Kasih Di Sekolah (KKDS seperti di forum), yang masih dalam tahap penulisan dan akan disharingkan kepada temen-temen sekalian. Silahkan temen-temen sekalian memberikan testimoni demi perbaikan dan penyempurnaan artikel yang rencananya akan dibukukan suatu saat nanti sebagai kenang-kenangan mybintanglaut.net.

Salam hangat,
Sukendi
Financial Consultant
Email : sukendi.prudential@yahoo.com
Prudential

7 Comments Viewed 67667 times
Comments

Re: Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby sukendi on 11 Dec 2008, 08:06

Cerita ini hanyalah khayalan belaka (fiktif). Apabila ada kesamaan dalam hal tokoh, tempat, waktu, dan alur cerita ini hanya suatu kebetulan yang tidak disengaja.
Ambilah hikmah yang baik, dan tinggalkan segala sesuatu yang jelek dari artikel ini.
Bloger memohon maaf apabila artikel ini ada menyinggung perasaan sesorang dengan atau tanpa disengaja.
sukendi
myBL *
myBL *
 
Posts: 14
Joined: 19 Sep 2008, 15:19
Blog: View Blog (8)

Re: Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby minarti on 11 Dec 2008, 22:43

di prudent udh brp lama ? ada kesempatan bisa berbagi informasi, g di axa life indonesia-jkt
minarti
myBL *
myBL *
 
Posts: 5
Joined: 03 Oct 2008, 09:41
Blog: View Blog (0)

Re: Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby sukendi on 12 Dec 2008, 12:20

Hi. Minarti. Kita bergerak di bidang yang sama ya, Kalo mau sharing pengalaman, Plz Welcome. Langsung aja japri ke email di atas atau ke YM w aja. Banyak pengalaman menarik, dari kisah yang lucu sampai kisah sedihnya juga ada sebagai seorang Financial Consultant. Tetapi ya, enjoy aja dech.
Minarti, uda ada target untuk posisi MDRT tahun 2009?
sukendi
myBL *
myBL *
 
Posts: 14
Joined: 19 Sep 2008, 15:19
Blog: View Blog (8)

Re: Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby minarti on 14 Dec 2008, 21:10

ada jg,tapi g tidak begt antusias. karena g jg msh terikat sama pers. lain.
dispg itu visi misi saya berbg informasi ttg insur. menjual yg klien butuh,,, dan kamu gimana ??? full time di prudent ???
minarti
myBL *
myBL *
 
Posts: 5
Joined: 03 Oct 2008, 09:41
Blog: View Blog (0)

Re: Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby sukendi on 16 Dec 2008, 12:38

W jg masih terikat dengan salah satu perusahaan.
Visi misi kita mirip jg, menjual sesuai dengan kebutuhan klien.
Customers Satisfaction.
sukendi
myBL *
myBL *
 
Posts: 14
Joined: 19 Sep 2008, 15:19
Blog: View Blog (8)

Re: Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby qaui_lee on 24 Dec 2008, 13:59

Bro n' Sis yang bergerak di bidang ini, sedikit saran sebagaimana biasanya saya sarankan kepada rekan-rekan saya yang bergerak di bidang ini juga...
Juallah dengan hati... hati yang mengasihi... niscaya apa yang kita targetkan pasti tercapai.
Hal yang sama aku lakukan kepada Team di perusahaan kami... Kami "membeli" hati mereka... bukan skill mereka...
Hati tidak dapat dinilai dengan uang... jadi, lupakanlah orientasi pada uang....

Soal uang ini, barangkali bro Kend bisa merangkai sebuah ilustrasi yang menarik lagi.... ditunggu ya...
User avatar
qaui_lee
Moderator
Moderator
 
Posts: 439
Joined: 01 Sep 2008, 14:43
Blog: View Blog (1)

Re: Ketika Sebuah Ciuman Datangnya Terlambat

Permanent Linkby sukendi on 31 Dec 2008, 12:11

Thanks Bro Kawi atas saran dan masukan yang sangat berarti bagi kami yang bergerak di bidang asuransi. "Menjual dengan hati dan Menebarkan Cinta Kasih Universal". Membantu sesama yang membutuhkan dengan tidak sekedar mengejar prestise.

Kalo soal uang, saya masi belum bisa mengilustrasikannya karena uang ga bisa bicara dan saya sudah lama mengajak uang berdiskusi, tapi hanya tersingkap sebuah ungkapan : "Tanyalah sama rumput yang bergoyang" dan ternyata setelah saya melihat rumputnya, memang keadaannya bergoyang-goyang.

Bro, masih ingat lagu ini : Kalau uang (baca bulan) bisa ngomong, Sayang uang (baca bulan) ngak bisa ngooomong......
sukendi
myBL *
myBL *
 
Posts: 14
Joined: 19 Sep 2008, 15:19
Blog: View Blog (8)

Who is online

Registered users: No registered users

cron

Fatal error: ./../../forum/cache/ is NOT writable. in /home/bluser/mybintanglaut.net/forum/includes/acm/acm_file.php on line 103