Pernah membaca kisah2 dimasa penjajahan Jepang, betapa parahnya keadaan, tatkala orang-orang yang sakit busung lapar dibaringkan begitu saja di tepi-tepi jalan agar diberi belas kasihan oleh orang- orang yang lewat.”….melihat saja sdh mengerikan…apalagi memakannya!!!
Teringat waktu kecil jg, orang tua saya selalu berkata; “Habiskan nasinya. kalau nggak habis dibuang .tie kong e ka-rui (maksudnya ada "Petir .” yang bisa pukul halilintar) ...Dalam bayangan saya, setiap butir nasi sgt berharga “ayo makanlahya, kalau tidak … bisa dapat hukuman”. Tentu saja saya percaya dan menghabiskan nasi dipiring. Mungkin orang tua saya sgt berat ... d maklumlah jaman dahulu, keluarga besar, makanpun pas -pasan. bahkan menurut cerita cici saya dulu sepanji sering dibuat masak bubur campur ketela ...agar bisa makan beramai-ramai kelihatan banyak dan bisa kenyang....
Setelah besar, kebiasaan untuk mengambil makanan secukupnya tetap melekat di saya. Sering saya sedih melihat makanan sisa. Misalnya dirumah ato dirumah makan , di acara undangan sering kita lihat orang mengambil banyak makanan kemudian tidak dihabiskan dan dibiarkan di piring yang diletakkan di bawah kursi. Demikian pula dengan minuman. Aduh sayang sekali. Banyak orang yang kelaparan, sementara di sini makanan disia-sia.
Memang ukuran kenyang suatu perut berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, Sebisa mungkin seseorang mengambil makanan dan minuman sesuai dengan ukuran kebutuhan perutnya sehingga tidak ada yang berlebihan, seperti ketika ia berada di rumah atau dalam suatu undangan makan di restorant dlm acara makan buffet ato prasmanan.
Akan tetapi ketika memang dirinya dihadapkan dengan keadaan dimana makanan yang disajikan sedemikian banyak dan sepertinya diluar ukuran perutnya maka hendaklah dia mengambil sebagiannya sesuai ukurannya….jgn makan rakus ….hahaha.... makna dari “tidak berlebih-lebihan” adalah tidak berlebih-lebihan didalam makan dan minum
menjaga kesehatan jasmani…
Syukurlah telah terbentuk …tgl 16 Oktober adalah Hari Pangan Sedunia. Dengan mengingat akan pengalaman kita sendiri mengenai kelangkaan pangan, maka pentingnya memperingati Hari Pangan Sedunia pastilah dapat kita maklumi.
Pangan bukanlah sesuatu yang begitu saja jatuh dari langit. Pangan harus diadakan dengan berbagai usaha manusia. dapat menjadi pendorong agar masyarakat siap bekerja sama untuk mengisi lumbung2 pangan dunia sehingga ancaman bahaya kelaparan dapat diatasi. Kerja sama yang mendorong dikembangkannya teknologi pertanian, bibit-bibit unggul , tanaman sayur bermacam-ragam ,makin t bervariasi buah2an dan , cadangan air untuk irigasi makin terpelihara oleh pelestarian alam semesta.
Manusia memang berbeda dari binatang. Binatang mencari makanannya dari apa yang disediakan oleh alam seperti apa adanya.
Manusia dengan akal budi yang dianugerahkan Tuhan, berusaha mengadakan pangan dengan aneka ragam cara, terutama melalui usaha pertanian , sumber2 hasil laut dll.
Berdoalah sambil bekerjalah .. Mengenai urusan kehidupan sehari- hari, termasuk soal pangan, pesan tersebut sangatlah tepat. .; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya ..." adalah petikan dari Doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus. Untuk keperluan yang paling mendasar, kita tidak boleh melupakan memohon berkat Tuhan Bapa, tanpa sikap khawatir maupun serakah.
sesuai dengan SLOGAN yang kurang lebih berbunyi seperti ini : “Makanlah kamu sebelum lapar, dan sudahilah makan sebelum kekenyangan” ini akan mengingatkan…masih banyak orang yang mengalami kelaparan didunia”
Makanlah makanan yang sehat…….hidup dalam pola yang sehat… Nikmatilah …. Selagi masih bisa makan…kalo sudah dibatasi makan…itu saat2 paling sebel…ini gak bole...itu gak bole... bukan kelaparan....tapi berdiet demi kesehatan....

March 2009