USER_AVATAR
Esteven
myBL ****
myBL ****
 
Posts: 634
Joined: 06 Oct 2008, 08:00
Location: Jakarta - Teluk Gong
Blog: View Blog (6)
Archives
- March 2009
Sebuah kisah salah pengertian
   19 Mar 2009, 15:44
Buah Mangga (By : Andrie Wongso)
   16 Mar 2009, 14:11
Anak Katak dan Hujan
   11 Mar 2009, 11:23

+ February 2009
+ January 2009
Search Blogs

Anak Katak dan Hujan

Permanent Linkby Esteven on 11 Mar 2009, 11:23

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit
tiba-tiba gelap. "Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?"
ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut
rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita.
Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak
katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang.
Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan
meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat
si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?" tanya
si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga
pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan.
Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang
yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian
menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa
bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh
induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya
sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda
ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi
tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama
lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak,
memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran
petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan
datang. Hujan datang! Horeeee!"

***********************************************************************************************

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak
datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh
dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.
Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang
bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah
sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan
sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi.
Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama
kesukaran ada kemudahan.

***********************************************************************************************
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata.

忠義河川真自在
正氣和通古今傳
0 Comments Viewed 476328 times

Who is online

Registered users: No registered users

cron

Fatal error: ./../../forum/cache/ is NOT writable. in /home/bluser/mybintanglaut.net/forum/includes/acm/acm_file.php on line 103